17 Oktober 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Kutim Siapkan 150 Miliar untuk DP Proyek Multiyears Tahun 2018


Kutim Siapkan 150 Miliar untuk DP Proyek Multiyears Tahun 2018
Jalan terputus pada jalur Pelabuhan Kenyamukan saat peninjauan oleh Wabup Kasmidi Bulang beserta jajaran Dinas PU, Bappeda dan Dinas Perhubungan Kutim.

KLIKBERAU.COM - Badai defisit masih menerpa Kutai Timur tahun 2018. Akibatnya, Pemkab Kutai Timur hanya mampu membayar down payment (DP) atau uang muka kepada para pemenang proyek tahun jamak (Multi years). Dana yang disiapkan sebesar Rp150 miliar dari total proyek tahun jamak sebesar Rp1,3 triliun.

“Tahun ini kami menyiapkan anggaran Rp150 miliar untuk membayar DP proyek tahun jamak,” kata Sekertaris Kabupaten (Sekkab) kutim, Irawansyah.

Meskipun yang dibayarkan belum mencukupi karena keadaan keungan, namun pihaknya yakin para kontraktor ini akan melaksanakan proyek hingga tuntas. Hal ini karena kontraktor pemenang lelang, telah menandatangani kontrak.

“Jadi, kontraktor pasti kerjakan sampai tuntas. Sementara pembayarannya, kita bayar bertahap, hingga tahun 2021,” kata Irawansyah.

Irawansyah berujar, karena proyek membutuhkan dana yang besar, sementara pembayaran dilakukan bertahap, karena itu, memang pemerintah memilih kontraktor yang siap dari segi modal. “DP ini syarat saja, tapi pekerjaan harus tuntas dengan menggunakan modal kontraktor,” katanya.

Seperti diketahui, pemkab kutim dan DPRD Kutim menyepakati pembangunan berbagai fasilitas dengan skema tahun jamak senilai Rp1,3 trilun. Beberapa proyek yang akan dikerjakan antara lain lanjutan jalan ring road APT Pranoto- Jalan Soekarno-Hatta. Lanjutan pembangunan pelabuhan Kenyamukan dan berbagai proyek lainnya, yang dianggap sangat mendesak, namun karena keterbatasan anggaran, maka harus dibangun dengan skema tahun jamak.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Kutim Yulianus Palangira mengakui, DPRD menyepakati pembangunan proyek tahun jamak senilai Rp1,3 triliun, karena proyek ini sangat dibutuhkan masyarakat, sementara pemerintah tidak punya cukup anggaran untuk membangun sekaligus. Karena itu, dibangun dengan skema tahun jamak, karena dengan cara ini, tidak perlu menunggu anggaran, hanya akan dicicil.

“Rencananya, tiap tahun, pemerintah akan menyiapkan anggaran Rp350 miliar untuk bayar utang proyek tahun jamak ini, hingga masa bakti bupati-wakil bupati berakhir tahun 2021,” jelas Palangiran. (*)

Reporter : Qadlie Fachruddin    Editor : Zul Ihsan



Comments

comments


Komentar: 0