23 Oktober 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Ada Tambang Berkedok Pematangan Lahan di Samarinda


Ada Tambang Berkedok Pematangan Lahan di Samarinda
Ilustrasi.

KLIKBERAU.COM - Kasus illegal minning (tambang illegal) kembali terjadi di Ibukota Kalimantan Timur (Kaltim), Samarinda. Kali ini, lahan berkedok pematangan lahan itu ada di Desa Muang, Samarinda.

Kepala Bidang Pengendalian dan pengawasan Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Samarinda, Ahmad Nawawi menjelaskan, terdapat sebuah izin pematangan lahan dengan luas 1,8 Ha atas nama PT Mugijaya.

Dalam prosesnya, lanjut Ahmad, mereka juga mengurus izin mineral yang ada di bawahnya melalui Dinas Pertambangan Provinsi. "Lalu, Dinas Pertambagan Provinsi memberi advis ke DPMPTSP Provinsi untuk meminta izin mengambil mineral dengan jumlah maksimal dari luasan 1,8 Ha tersebut sebesar 300 ribu ton," terang dia saat ditemui di ruangannya, Rabu 19 September 2017.

Lebih lanjut, Ahmad menjabarkan, dalam perjalannannya, berkas izin telah rampung. Namun ternyata, pengerjaan proses pematangan lahan tersebut melebar dari luasan lahan yang tertuang dalam izin, yakni 1,8 Ha melebar hingga berjarak 2 KM.

"Mereka hanya izin pematangan lahan, dan izin untuk mengeluarkan mineral dengan luasan 1,8 Ha itu saja, hanya sekali ambil. Ini malah melebar dari izin yang diberikan tersebut," tandasnya.

Sesuai aturan, untuk proses mendapatkan izin kegiatan tersebut ialah izin lokasi. Proses itu berlanjut peninjauan lokasi untuk menyesuaikan dengan RTRW daerah.

"Izin lokasi itu, dapat mendatangkan tanah, memotong lahan atau mengeluarkan tanah dibuang ke daerah lain. itu juga terkena pajak dari dispenda. Masuk ke tambang galian C," ujarnya.

Hingga kini, PT Mugijaya sudah dua kali dipanggil dan dipertemukan dengan Dinas Pertambanagn Provinsi. Pun, perusahaan tersebut telah diberikan berita acara oleh DPMPTSP Samarinda untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

"Kami hanya melihat legalisasinya saja. Mereka punya izin atau tidak. Itukan kewenangan pertambangan (Dinas Pertambangan Provinsi, Red), harusnya mereka yang menindak. Kami ini hanya memiliki daerah di Samarinda," pungkasnya. (*)

Reporter : NR Syaian    Editor : Shanika Adella



Comments

comments


Komentar: 0