23 Oktober 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Koperasi Karyawan KPC Dituntut Ribuan Anggota


Koperasi Karyawan KPC Dituntut Ribuan Anggota
Pertemuan antara Ketua Pengurus K3PC dengan puluhan anggota koperasi di depan Kantor K3PC Swarga Bara, Senin (18/9/2017). (Foto: Ardan)

KLIKBERAU.COM - Nasib Koperasi Karyawan Kaltim Prima Coal (K3PC) di ujung tanduk. Gelombang tuntutan penarikan dana simpanan anggota datang bak tsunami sehingga mengguncang koperasi yang pernah mendapat penghargaan terbaik nasional itu.

Sejak Senin pagi, 18 September 2017, puluhan anggota yang mayoritas merupakan karyawan perusahaan tambang PT KPC itu mendatangi kantor koperasi yang berada di areal Town Hall, Swarga Bara, Sangatta, Kabupaten Kutai Timur.

Memang sejak beberapa waktu sebelumnya, telah tersebar ajakan di media sosial untuk mengerubungi kantor K3PC sebagai puncak kegelisahan para anggotanya yang berjumlah ribuan. Sejak sejumlah unit usaha K3PC mengalami penurunan performa, hingga dugaan penyalahgunaan wewenang pengurus dalam keputusan bisnisnya, terjadi aksi keluar dari keanggotaan koperasi secara massal.

Akibatnya, K3PC diminta untuk segera menyalurkan dana simpanan anggota yang disebutkan mencapai Rp 18,5 miliar. Berbekal spanduk bertuliskan Save K3PC SEGERA TUNTASKAN PENGEMBALIAN UANG ANGGOTA yang dipasang tepat di depan pintu kantor koperasi, anggota mendesak pengurus memberikan kepastian serta penjelasan kepada mereka.

Mewakili koperasi, Ketua Pengurus K3PC, Saleh, menemui anggota di atas panggung kecil di pelataran depan kantornya yang telah disiapkan. Menurut koordinator aksi, Akhmad Nurrodin, tindakan ini terpaksa diambil karena sulitnya menemui ketua koperasi maupun tidak diindahkannya surat pengajuan diadakannya Rapat Anggota Luar Biasa (RALB).

“Teman-teman, kita anggap ini rapat anggota yang akan membuat sebuah keputusan resmi. Sekali lagi kita meminta kepastian kapan dana simpanan anggota bisa diberikan,” seru Akhmad atau pria yang akrab disapa Imam itu.

Kekhawatiran anggota dipicu karena pengurus K3PC sempat mengumumkan pengembalian simpanan akan dilakukan bertahap bahkan dijadwalkan dapat diberikan pada 2020 mendatang. Sontak anggota tak terima, terlebih tidak sedikit karyawan yang telah pensiun dari KPC yang otomatis berhenti dari keanggotaan koperasi namun belum mendapat pengembalian simpanan.

Agus Widjanarsa misalnya, yang baru pensiun sekitar awal Agustus 2017 terhitung memiliki simpanan sekitar Rp 24 juta yang belum diserahkan koperasi. “Masih banyak teman-teman pensiunan lainnya bahkan yang lebih lama dari saya tapi belum diberikan,” ujar pria yang mengaku bekerja di KPC sejak 1993 itu.

Ia menyayangkan kondisi K3PC kali ini. Padahal sebagai anggota “senior”, ia mengakui banyak manfaat yang didapatkan ketika koperasi berjalan baik sebelumnya. “Terakhir sampai awal 2016 baik-baik saja, namun sejak Juni 2017 mulai kesulitan melakukan penarikan,” sebutnya.



Reporter : Qadlie Fachruddin    Editor : Shanika Adella



Comments

comments


Komentar: 0