20 November 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Ini Program Sofyan Hasdam Jika Duet dengan Rita


Ini Program Sofyan Hasdam Jika Duet dengan Rita
Andi Sofyan Hasdam

KLIKBERAU.COM - Walikota Bontang dua periode, dr Andi Sofyan Hasdam sudah menyiapkan program jika nanti mendampingi Rita Widyasari di Pemilihan Gubernur Kalimantan Timur 2018. Yakni, program Gerbang Etam.

Ketua Pemenangan Pemilu Wilayah Kalimantan DPP Partai Golkar ini menjelaskan, ide dasar yang menjadi inti dari gagasannya adalah perlunya perubahan mendasar atas manajemen pembangunan Kaltim. Perubahan ini penting dilakukan saat rezeki migas kian menipis.

“Karena itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur perlu memikirkan ulang prioritas-prioritas pembangunannya dari yang sebelumnya tergantung terhadap rezeki migas yang tidak terbarukan (unrenewable), menuju pada menemukan basis baru perekonomian Kaltim yang terbarukan (renewable),” ungkap alumni Fakultas Kedokteran Unhas ini lewat siaran persnya.

Basis perekonomian baru yang dimaksud Sofyan Hasdam adalah sektor pertanian. Karena itu, arah pembangunan kemudian adalah industri berbasis pertanian (agroindustry). Bukan lagi industri berbasis migas sebagai tumpuan utama.

“Untuk basis pertanian ini, maka slogannya kemudian adalah Petik, Olah, Jual,” sebut mantan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kaltim ini.

Implementasi petik, olah, jual dimaksud, lanjut pria yang pernah bertugas di Lospalos, Papua ini adalah mengubah pola pikir dan pola laku para pelaku pertanian di Kaltim. Bila tadinya semua hasil yang diperoleh dari sektor pertanian atau perkebunan langsung dipasarkan, maka ke depan harus diubah.

“Agar memiliki nilai keekonomian yang lebih tinggi, maka hasil pertanian mesti diolah dulu setelah dipetik. Hasil pengolahan inilah yang kemudian dijual, sehingga nilai jualnya juga menjadi berkali lipat,” kata Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kaltim ini.

Untuk pengolahan, kata dia, tentu menjadi domain pemerintah untuk menyediakan pabrik. Karena itu, pabrik yang harus dibangun ke depan adalah pabrik yang bertumpu pada hasil bumi yang ada di Kaltim. “Inilah yang dimaksud dengan agroindustry,” ujar mantan Ketua DPD Partai Golkar Bontang ini.



Reporter : Dwi Hendro    Editor : Shanika Adella



Comments

comments


Komentar: 0