24 Mei 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Program Upsus Siwab Targetkan Populasi Dua Juta Sapi di Kaltim


Program Upsus Siwab Targetkan Populasi Dua Juta Sapi di Kaltim
Ilustrasi

KLIKBERAU.COM - Program Upaya Khusus Sapi dan Kerbau Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab) yang digagas pemerintah pusat kini dijalankan di Provinsi Kalimantan Timur untuk meningkatkan populasi sapi hingga dua juta ekor pada 2018.

Program Upsus Siwab yang dijalankan Pemprov Kaltim di antaranya melalui integrasi peternakan sapi dengan perkebunan kelapa sawit, termasuk pengembangan sapi di lahan bekas tambang batu bara.

Sasaran yang ingin dicapai dari intensifnya Upsus Siwab di Kaltim ada beberapa hal, di antaranya terlaksananya pelaksanaan inseminasi buatan sebanyak 18.942 akseptor di sembilan kabupaten/kota, terjadinya kebuntingan sapi dan kerbau betina sebanyak 9.927 ekor pada tahun ini.

"Pemprov Kaltim telah mencanangkan agar pada 2018 mampu menambah populasi sapi mejadi dua juta ekor. Salah satu langkah yang ditempuh adalah mengintensifkan Upsus Siwab," ujar Kabid Perbibitan dan Budidaya Dinas Peternakan Provinsi Kaltim, I Gusti Made Jaya Adhi.

Menurut Jaya Adhi, Upsus Siwab merupakan bentuk komitmen pemerintah pusat dalam mengejar swasembada sapi yang ditargetkan terealisasi pada 2026 guna mewujudkan Indonesia yang mandiri dalam pemenuhan pangan asal ternak, sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak.

Melalui Upsus Siwab, lanjutnya, akan dioptimalkan potensi sapi dan kerbau betina di dalam negeri untuk menghasilkan anakan dalam rangka menambah populasi ternak secara nasional.

Ia menjelaskan, Upsus Siwab merupakan kegiatan yang terintegrasi mulai dari penyediaan semen beku, tenaga teknis dan sarana inseminasi buatan (IB) dalam pelaksanaan kawin suntik baik pada sapi maupun kerbau.

Kemudian distribusi dan ketersediaan semen beku, nitrogen cair, dan kontainer, termasuk penanganan gangguan reproduksi, pemenuhan hijauan pakan ternak dan pakan konsentrat, penyelamatan pemotongan betina produktif, dan monitoring, evaluasi serta pelaporan. (*)

Reporter : Wahid    Editor : Shanika Adella



Comments

comments


Komentar: 0