21 Juni 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Ditembak Propam, Oknum Polisi di Samarinda Kedapatan Jadi Bandar Sabu


Ditembak Propam, Oknum Polisi di Samarinda Kedapatan Jadi Bandar Sabu
Bripka Khairul Anam saat mendapatkan perawatan medis di rumah sakit (Foto: Ist)

KLIKBERAU.COM - Seorang polisi ditembak anggota Propam Polda Kaltim, Rabu malam 12 April 2017 sekitar pukul 23.45 WITA. Tembakan dilakukan polisi lantaran pelaku menolak diminta keluar dari mobil yang dikendarainya dan berusaha melawan petugas yang menangkapnya.

Polisi tersebut merupakan personel Satuan Reserse Narkoba Polresta Samarinda. Akibatnya, pelaku yang bernama Bripka Khairul Anam (32) menderita luka tembak di pahanya. Bripka Khirul ditangkap Propam Polda Kaltim lantaran terlibat peredaran narkoba.

Anggota reserse narkoba itu telah menjadi target operasi Tim Gabungan Subdit Paminal Propam Polda Kaltim bersama dengan Paminal Polresta Samarinda. Penangkapan pelaku berlangsung di kawasan Simpang Empat Voorvo, pusat belanja mall Lembuswana.

Saat dicegat, Anam yang mengendarai mobil Toyota Rush bernomor polisi B 1098 CFA ini, sempat melawan. Melihat gelagat yang mencurigakan, petugas Propam terpaksa melumpuhkan Anam dengan menembak pahanya.

Usai melumpuhkan Anam, polisi berhasil menemukan satu paket sabu seberat 10 gram di jok mobil depan. Setelah membawa pelaku ke rumah sakit untuk perawatan, petugas langsung mengembangan kasus narkoba ini hingga ke rumah Anam di Perumahan Temindung Permai, Jalan Damanhuri.

Di rumah Anam, polisi menemukan 35 gram sabu yang disembunyikan di sela ranjang. Polisi juga menemukan timbangan digital, 4 pipet kaca, sendok takar, 2 bundel plastik klip, dan uang tunai Rp63 juta.

Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Reza Arief Dewanto mengatakan, petugas Propam mengendus adanya keterlibatan personel Polresta Samarinda menjadi pengedar narkoba. Hasil penyelidikan mengarah ke Anam, personel Satuan Reskoba Polresta Samarinda.

"Ya ini satu bentuk keseriusan Polresta Samarinda dan Polda Kaltim terhadap pemberantasan narkoba di Samarinda dan di Kaltim. Kita bersihkan semua termasuk anggota kita yang terlibat, tes urine bagi anggota. Selektif, tidak semua, masih kita dalami," ujar Kombes Pol Arief.

Akibat perbuatannya, selain terancam dipecat sebagai anggota polisi, Khairul Anam juga terancam mendekam di penjara minimal 15 tahun penjara karena melanggar UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (*)

Reporter : Man    Editor : Shanika Adella



Comments

comments


Komentar: 0